STREAMING RSB 94,1 FM

Tampilkan postingan dengan label beritaislam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beritaislam. Tampilkan semua postingan

16 Januari 2012

Kajian Bulanan Kaum Ibu Masjid Baiturrahman

15.29WIB


Kajian Bulanan Kaum Ibu Masjid Baiturrahman
Jl.Masjid Baiturrahman No.1 komplek Beacukai 
Sukapura Jakarta Utara 14140


"Keindahan dan Keamanan bagi Perempuan yang Menutup Auratnya"

Bersama Ust.H.Muchtar
Bintang tamu Cici Tegal (Aktris Senitron)

Sabtu, 21 Januari 2012/27 Shaffar 1433 H
pk.12.30wib s.d. selesai


continue reading

18 Oktober 2011

Kita Butuh Ukhuwah

16.01WIB


Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang menjadikan langit dan bumi beserta isinya. Yang menjadikan malam menjadi siang, siang menjadi malam.

continue reading

12 Juli 2011

Live Streaming :: Ramadhan Yang Indah :: Aa Gym

23.13WIB

continue reading

10 Langkah Menyambut Ramadhan

14.18WIB


1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)


Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5 . Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
sumber: http://dakwatuna.com/

continue reading

6 Juli 2011

Mari Kita Tengok Diri Kita

10.49WIB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji hanya bagi Mu Ya Allah, di genggaman-Mu segala apa yang ada di alam, Engkau Yang Maha Pengampun atas segala dosa dan kesalahan, Maha Penerima Taubat dari hamba-Mu yang bertaubat, Engkau Yang Maha Dahsyat siksa-Nya, Engkau Yang Maha Luas Karunia-Nya, Tiada Illah Yang Haq kecuali Engkau, Kepada-Mu Ya Allah kami semua akan kembali.

Saudaraku…

Sungguh “Tiada suatu haripun yang fajarnya menyingsing dari ufuk Timur melainkan ia berseru: ”Wahai anak Adam! Aku adalah makhluk yang baru dan aku menjadi saksi seluruh amal perbuatanmu, maka ambillah bekal dari padaku, sungguh aku tidak akan pernah kembali lagi hingga datangnya hari kiamat nanti” (H.R. Abu Nu’aim).

Saudaraku…

Bila detik, menit, dan hari terus berlalu dan tak pernah kembali…lalu apa yang bisa sudah kita lakukan untuk menyongsong Yaumul Hisab? Sekiranya detik dan menit dalam hidup kita ini hanya bernilai rupiah dan dolar atau materi semata, apakah kira-kira yang akan menjadi pemberat amal kita kelak? Jika langkah-langkah kaki kita yang menapakai bumi ini hanya sebatas rutinitas hampa akan nilai kesholihan, mampukah kiranya kita memijak panasnya bumi Mahsyar kelak? Dan kalaulah lemahnya ketaatan diri kita ini yang dominan, bisakah kita menerima raport amal kita kelak dengan tangan kanan?

Wahai saudara...

Mari kita tengok diri kita, yang saat ini sedang penat dan letih, yang tersungkur di bawah tindihan beban hubbud dunya. Mari kita belai jiwa kita, yang saat ini sedang suntuk dan gelisah dihadapan onggokan noda dan dosa, maksiat dan kesalahan. Mari kita tengok ke belakang tapak-tapak kehidupan kita dan juga pandang ke depan arah perjuangan ini.

Saudaraku...

Bawa kembali ingatan kita atas – amal – amal kita kemarin. Mata yang merupakan anugerah Allah ini, sudahkah ia dipergunakan untuk beribadah dengan penuh kesyukuran. Ataukah kita pegunakan untuk melihat apa – apa yang bukan menjadi hak kita seperti gambar – gambar maksiat, atau rekan lawan jenis kita dengan syahwat. Maka mari saudaraku kita beristighfar atas dosa –dosa mata kita. Pelan saja karena Allah Maha Mendengar. Astaghfirullah hal ‘adzim....

Kemudian apakah mulut ini, yang setiap saat selalu keluar kata dan canda. Apakah perkataan yang kita ucapkan itu baik dan bermanfaat, ataukah banyak ghibah dan menyakiti orang lain. Berapa banyak dzikir terlantun dari mulut ini setiap harinya. Berapa banyak untaian ayat – ayat Allah yang terucap darinya. Maka mari saudaraku kita beristighfar atas dosa –dosa mulut kita. Atas segala ghibah yang pernah kita lakukan. Atas segala kata – kata pedas yang menyakitkan. Atas segala candaan yang melenakan. Astaghfirullah hal ‘adzim....

Selanjutnya, bagaimana dengan anggota tubuh yang lain. Telinga, tangan, kaki, dan anggota badan lainnya. Apakah kita pergunakan mereka untuk beribadah kepada Allah ataukah untuk bermaksiat kepada-Nya. Maka mari saudaraku kita beristighfar atas dosa –dosa anggota tubuh kita. Astaghfirullah hal ‘adzim....

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’nan nashir ...

Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzolimin...

Allahuma Sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ali muhammad.

Yaa Allah, hanya engkaulah sebaik – baik pelindung, engkaulah sebaik baik penolong. Dan Engkau tahu kami ini adalah hamba yang dzolim terhadap diri kami, maka ampunilah kami. Ampuni tubuh ini jika berbuat maksiat, ampuni jasad ini jika mengandung barang yang haram, ampuni jika tubuh ini sering menyakiti orang lain. ampuni jika hati ini masih dengki kepada orang lain.

Ya Allah, berilah kekuatan kepada diri ini untuk menjauh dari maksiat, jauhkanlah diri ini dari menyakiti orang lain, bersihkan hati ini dari dengki kepada saudaraku yang lain. Jadikan umur yang tersisa ini untuk beribadah kepada-Mu

Saudaraku...

Segarkan ingatan kita atas kedua orang tua kita. Bayangkan wajah tua mereka. Lupakah engkau dengan beban, kepayahan, dan kesakitan saat ibumu mengandung, melahirkan dan membesarkanmu. Lupakah engkau dengan kerutan diwajah ayahmu yang semakin banyak karena memikirkan bagaimana menghadirkan senyuman dibibirmu dan betapa berototnya beliau atas kerja keras yang selama ini dilakukan untuk menafkahimu.

Sekarang tanyakan kepada dirimu sendiri, apakah yang sudah engkau berikan kepada mereka. Kebahagiaan ataukah kenakalan. Senyuman ataukah beban pikiran.

Sungguh andaikata engaku hidup ratusan tahun maka tak kan sanggup untuk membalas kebaikan mereka, tapi mengapa kita durhaka kepada mereka. Mengapa sering kita membantah perkataan mereka? Mengapa sering kita membebani pikiran dan hati mereka dengan segala tingkah kita?

Saudaraku...

Mari kita hadirkan keadaan lingkungan masyarakat kita. Betapa banyak mereka yang melakukan kesyirikan, dan terbelenggu khurafat. Betapa banyak yang haus untuk bisa membaca Al Qur’an. Betapa banyak yang jatuh pada jurang kemiskinan yang menjadi santapan pemurtadan.

Maka, apakah amal yang telah kau perbuat untuk membantu mereka. Bukankah Rosul telah mengatakan bahwa barangsiapa seorang muslim bangun dipagi hari tapi tidak memikirkan kepentingan kaum muslimin bukan ummatnya. Ataukah lupakah engkau dengan kewajiban yang termuat dalam Al Qur’an untuk amar ma’ruf, nahyi mungkar dan berjihad dijalan-Nya?

Saudaraku...

Kullu nafsin dzaiqotul maut...

Setiap yang bernafas pasti akan mati. Maka apabila sang malaikat maut itu datang, ketika kita belum mencuci segala dosa – dosa kita. Dosa mata kita, dosa mulut kita, dosa telinga kita, dosa tangan kita, dosa kita kepada kedua orang tua kita. Dan bagaimana jika maut itu datang ketika kita belum berbuat baik kepada kedua orang tua kita, apalagi membalas segala jasanya.

Kemudian bagaimana jika maut itu datang ketika kita belum berbuat banyak kepada ummat ini, apa jawaban kita atas kewajiban kita itu dihadapan Allah kelak?

Maka istighfarlah saudaraku... istighfar... Astagfirullah hal a’dzim....

Saudaraku...

Mari cermati arahan uswah kita Muhammad SAW: "Wahai sekalian manusia, sungguh...dalam hidup kalian ada rambu-rambu petunjuk jalan, maka ikutilah rambu-rambu itu, dan sungguh pada hidup kalian semua ada batas akhir, maka berhentilah pada batas yang telah ditentukan. Sesungguhnya seorang mukmin itu senantiasa berada pada rasa takut: antara kehidupan yang telah ia lalui, dimana ia tidak tahu apa yang diperbuat Allah terhadap dirinya - Apakah Allah catat dia bersama orang-orang yang sholih atau sebaliknya? - dan waktu hidup yang masih tersisa, di mana ia tidak tahu apa yang ditetapkan Allah terhadapnya - husnul khotimah ataukah sebaliknya, na'udzubillah ?

Karena itu saudaraku...

Hendaklah seorang hamba mengoptimalkan potensi dirinya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, menggunakan kehidupan dunianya sebaik-baiknya untuk membangun kemegahan akhiratnya, menggunakan masa mudanya sebelum tuanya dan mengoptimalkan detik-detik kehidupan ini sebelum ajal, demi Dzat yang jiwa Muhammad digenggamanNya, sesudah kematian tak ada kepayahan, sesudah kehidupan dunia tak ada kehidupan, melainkan Syurga atau Neraka" (H.R. Ibnu Abbas)

Saudaraku...

Sungguh perjalanan hidup kita masih panjang dan melelahkan, bekal kita amatlah sedikit, sedang tempat kembali kita...? Kita tidak tahu saudarakau...! Apakah Syurga atau Neraka? Maka saudaraku apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk meraih keindahan hidup kelak, lakukanlah dengan terus mencermati Kalam Rabb kita (QS. 9:105) "Bekerjalah, berbuatlah, beramallah, Allah dan RasulNya juga orang-orang beriman akan senantiasa melihat amal-amalmu!" Hanya kepada Allah Robb Amiin.

continue reading

Renungan: Mumpung Jatah Umur Kita Masih Ada

10.43WIB

Terdapatlah seorang pemuda yang diberikan tugas oleh tuannya untuk mencari mutiara sebanyak-banyaknya. Dengan bermodalkan setabung gas oksigen, ia pun segera menunaikan amanahnya.

Baru saja ia memulai misinya, ia sudah di lenakan oleh keindahan taman laut di tempat ia menyelam. Sekian lama ia menikmati indahnya taman laut tersebut, hingga ia terlupa bahwa ia sedang mengemban amanah yang sangat luar biasa.

Terus dan terus ia nikmati taman tersebut, terumbu karangnya, ikan-ikannya, rerumputanya.....

Akhirnya ia pun tersadar bahwa ia sedang ditugaskan oleh tuannya mencari dan mengumpulkan mutiara untuk diserahkan ke tuannya.

Pemuda itu pun segera kembali mencari mutiara. Hingga akhirnya ia mendapatkan banyak sekali mutiara-mutiara yang sangat indah, dan ia pun bergegas ke permukaan untuk menemui tuannya dan menyerahkan mutiara-mutiara tersebut kepada tuannya.

Malang sungguh malang, di perjalanan ia pun kembali tergoda oleh indahnya ikan-ikan yang sedang lalu lalang di sekitarnya. Ia ikuti ikan-ikan tersebut sehingga ia terlupa bahwa ia sedang membawa pesanan tuannya.

Tak tersadar gas oksigennya pun sudah hampir habis. Ia kaget-sekagetnya ternyata mutiara yang sudah ia kumpulkan dengan susah payah tertumpah karena tersenggol oleh ikan-ikan yang lalu lalang di sekelilingnya. Tanpa berfikir panjang ia segera kembali mencari mutiara lagi.Namun sayang seribu sayang, gas oksigennya pun telah habis. Ia pun segera naik ke permukaan tanpa membawa sebuah mutiara pun, dan ia pun menemui tuannya untuk meminta satu kesempatan lagi. Tetapi tuannya tidak mau memberikan kesempatan lagi, karena si pemuda tersebut tidak melaksanakan amanah yang telah diberikannya, si tuan pun geram dan sangat marah kepada si pemuda.

Akhirnya dengan wajah yang sangat lesuh dan letih, pemuda tersebut di hukum oleh tuannya.


teman,
begitulah kita...
seringkali kita lupa akan tugas kita di dunia...
seringkali kita lupa bahwa dunia ini hanyalah sementara...
seringkali kita terlena oleh buai dunia yang fana...

teman,
tabung itu adalah umur yang telah di tetapkan oleh 4WI SWT. untuk kita...
mutiara itu adalah amal ibadah kita yang harus kita kumpulkan untuk menolong kita di akhirat nanti..
ikan-ikan, terumbu karang dan rerumputan yang indah itu adalah dunia yang selalu menggoda kita..
banyak dari kita yang membelakangi tugas kita diciptakan di dunia, yaitu ibadah..
banyak dari kita yang berkata, "ah, nanti sajalah ibadahnya klo sudah tua.." naudzubillahi min djalik, semoga kita bukan termasuk orang yang berkata seperti itu...

teman,
marilah kita sama-sama bermuhasabah, menghisab diri kita...
sudah berapa banyak usia yang kita siakan...
sudah berapa banyak kemaksiatan-kemaksiatan yang telah kita lakukan...
ingat ketika bertepatan tanggal lahir kita, bukannya kita bermuhasabah, merenung, memohon ampun kpd 4WI atas dosa yang kita lakukan, serta bersyukur kpd-Nya atas segala nikmat-Nya, justru kita berpesta pora, mlakukan kemaksiatan, kesia-sia'an yang tiada bernilai...
ingat ketika kita sedang suka justru kita lupa oleh Sang Pemberi suka ...

teman,
mumpung jatah gas oksigen kita masih ada..
mari sama-sama kita perbaiki kualitas ibadah kita..
janganlah ibadah yang menyesuaikan dengan aktifitas kita, tapi aktifitaslah yang menyesuikan dengan ibadah kita..



continue reading

5 Juli 2011

Dai Sejuta Ummat, KH. Zainuddin MZ Meninggal Dunia

14.06WIB

Dai sejuta ummat, KH Zainuddin MZ meninggal dunia, hari ini, Selasa (5/7/2011) pagi.

Mantan ketua umum PBR ini menghembuskan nafas terakhir pukul10.00 WIB di RS Pusat Pertamina Jakarta, karena sakit.

KH Asnawi Mardani, salah satu sahabat Zainuddin MZ membenarkan kabar tersebut. "Betul, Kiai meninggal," ujarnya lirih kepada INILAH.COM.

Ya Allah ampuni semua dosanya, terimalah semua amal baiknya, hindarkan dari siksa kubur dan masukkanlah dlm golongan orang-orang yang beriman.

Sumber:

continue reading

4 Juli 2011

Isra' Mi'raj dan Kualitas Sholat

14.04WIB



Dibawakan oleh Ust.Muhammad Ridwan

continue reading